Setiap pagi disaat hendak bangun tidur saya selalu mendengar suara orang mengaji, mulanya saya tidak begitu memperhatikan. Lama kelamaan suaranya terdengar syahdu. Suara mengaji itu suara istri saya. Biasanya saya terus mandi, sholat subuh berjamaah kemudian istri melanjutkan mengaji sementara saya bersiap hendak berangkat ke kantor. Tidak lama Hana, putri kami bangun dari tidurnya dan siap berangkat kesekolah. Sementara adiknya Hisyam masih tertidur pulas.
Hampir seperti itulah yang terjadi tiap pagi, kebiasaan mengaji dipagi terkadang membuat saya ada perasaan tidak tega, terbayang betapa capeknya mengurus rumah, nyuci baju, apalagi merawat Hana & Hisyam. Terus paginya selalu bangun lebih awal dari saya. Sampai suatu ketika saya menyarankan agar tidak usah terlalu bangun pagi, biarlah saya sarapan aja di kantor, tidak usah menyiapkan sarapan. Katanya, saya bangun pagi agar bisa mengaji, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar mas Agus selalu diberi keselamatan dan kesehatan.'
'Hiasilah rumah- rumah kalian dengan bacaan al-qur`an.' (HR. Bukhari & Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a bahawa nabi SAW telah bersabda:”Allah sentiasa memperkenankan doa seorang hamba selama doa itu tidak mengandungi (perkara) dosa, (perkara yang) memutuskan silaturrahim dan selama tidak meminta supaya cepat-cepat diperkenankan.” Lalu baginda ditanya oleh seseorang:”Apa maksudnya meminta dicepatkan?”Jawab baginda:”Umpamanya seseorang itu berkata dalam doanya:”Aku telah berdoa, aku telah berdoa tetapi aku belum melihat doaku diperkenankan. Lalu aku putus asa dan berhenti berdoa.”
0 comments:
Post a Comment