Pages

Sunday, November 28, 2010

Nikmatnya Sakit

Malam yang sepi, udara terasa dingin. Hujan mengguyur jalanan tampak basah kuyup. Seorang bapak yang berprofesi pengusaha menikmati teh hangat, setiap sruputannya terasa nikmat. Malam itu di Rumah Amalia bertutur, sudah lama dirinya bertaubat, tidak mau lagi berkumpul-kumpul untuk melakukan hal-hal yang negatif. Teman-temannya selalu mengejek dengan tujuan agar dia mau ke jalan yang lama. Teman-temannya merasa kehilangan, melontarkan cemohan. 'Nggak usah sok alim lah.' 'Apa kamu sudah yakin akan masuk surga? 'Sudah hapal belum Juz Amma?' 'Apa kamu sudah ngerti tuh isi al-Quran?'

Setelah menghela napas, matanya berkaca-kaca. Tiba-tiba air matanya menetes deras. 'Saya memang bukanlah orang Islam yang baik Mas Agus. Namun yang jelas dulu saya adalah pemabuk, alhamdulillah sekarang tidak lagi. Dulu, saya suka memukul istri dan menghajar anak-anak karena hal-hal yang sepele. Saya mudah marah tapi sekarang tidak lagi. Dulu saya tidak pernah pulang, sekarang kalo tidak pulang, saya kangen dengan anak-anak dan istri saya.' ucapnya. 'Saya bisa merasakan nikmatnya iman kepada Allah dan itu telah merubah segalanya yang ada pada diri saya menjadi lebih baik.' Lanjutnya.

Teman, iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala hanya bisa dirasakan bukan diperdebatkan. Iman menjadikan hidup kita, transformasi diri sehingga kita bisa berubah dan berguna bagi sesama. Iman adalah sebuah perubahan dari benci menjadi cinta, hina menjadi mulia, sengsara menjadi bahagia, tangisan menjadi senyuman. keburukan menjadi kebaikan.

'Barang siapa mengerjakan amal sholeh, baik laki2 maupun perempuan, dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami balas mereka dengan pahala yang lebih baik atas apa yang telah dikerjakan.' (QS. an-Nahl :97).

Wednesday, November 24, 2010

Mukjizat solat dan doa



Setiap pagi disaat hendak bangun tidur saya selalu mendengar suara orang mengaji, mulanya saya tidak begitu memperhatikan. Lama kelamaan suaranya terdengar syahdu. Suara mengaji itu suara istri saya. Biasanya saya terus mandi, sholat subuh berjamaah kemudian istri melanjutkan mengaji sementara saya bersiap hendak berangkat ke kantor. Tidak lama Hana, putri kami bangun dari tidurnya dan siap berangkat kesekolah. Sementara adiknya Hisyam masih tertidur pulas.

Hampir seperti itulah yang terjadi tiap pagi, kebiasaan mengaji dipagi terkadang membuat saya ada perasaan tidak tega, terbayang betapa capeknya mengurus rumah, nyuci baju, apalagi merawat Hana & Hisyam. Terus paginya selalu bangun lebih awal dari saya. Sampai suatu ketika saya menyarankan agar tidak usah terlalu bangun pagi, biarlah saya sarapan aja di kantor, tidak usah menyiapkan sarapan. Katanya, saya bangun pagi agar bisa mengaji, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar mas Agus selalu diberi keselamatan dan kesehatan.'

'Hiasilah rumah- rumah kalian dengan bacaan al-qur`an.' (HR. Bukhari & Muslim)

Monday, November 22, 2010

Kuatkanlah iman



Siapapun orangnya bila mendadak tertimpa kedukaan akan selalu membuatnya menangis, tidak dapat menerima keadaan yang terjadi. Berbeda bila kita sudah memperhitungkan jika kematian diawali dengan sakit yang sudah cukup lama, maka rasa sakit mengiringi kepergian itu tidaklah begitu perih. Jika kematian, kehilangan atau perpisahan itu terjadi tiba-tiba sama sekali tidak kita duga maka hal itu cukup menimbulkan luka dihati yang teramat dalam.

Tergantung pada tingkat keimanan seseorang, bagi orang yang imannya tidak kokoh kehilangan orang yang dicintai membuat jiwa menjadi tidak terkontrol. Perasaan sedih pada awalnya dan tingkah laku sering membuat seseorang menjadi lupa diri. Dihadapan siapapun yang ia jumpai, ia akan menangis. Ada yang jatuh pingsan atau marah tidak terkendali.

Jika kesedihan sudah berlalu seiring waktu, maka mulai sadarkan diri. Menyambut teman yang datang, mulai menguasai diri, sedikit senyuman dan tidak terlalu larut dalam kedukaan. Demikian pula pada orang yang kehilangan orang yang dicintai karena berpisah akan selalu dihinggapi rasa marah, benci, dendam, kesal. Namun berjalan secara perlahan, sikap seseorang dalam menghadapi kedukaan akan berubah menjadi tenang. Jadi, kuatkanlah iman! Banyak kebaikan yang Allah berikan dalam hidup kita sekalipun hal itu telah membuat hati kita terasa perih, terluka dan kita tidak suka.

'Barangkali kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak' (QS. al-Baqarah : 216).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Terima kasih atas dukungan dan partisipasi teman2 semua untuk kegiatan 'Amalia Berqurban' di Rumah Amalia, Ciledug. Teriring doa semoga Allah melimpahkan keberkahan, rizki dan kesehatan selalu untuk teman2 semua. Amin ya robbal alamin

Ketika ajal menjemput kita

Malam dingin udara terasa menusuk. Air mata menetes, mengalir begitu saja. Mengingat kematian bisa hadir kapan saja. Bahkan bila Allah menakdirkan detik ini kita meninggal dunia, maka detik inipun kita meninggal dan kita tidak dapat menolaknya. Kita tidak bisa berbuat apapun, sekalipun kita berlari keujung dunia, kematian tetap menjemput kita.

Rumah tiba-tiba penuh dengan tangisan. Anak-anak kita menangis. Pasangan hidup kita menangis. Orang tua kita
menangis. Teman kantor, kerabat, tetangga, mereka semua menangis. Kita hanya bisa membisu, jasad kita dimandikan, dikafani, kemudian disholatkan. Selesai sholat tubuh kita dimasukkan keranda. Diangkat dan digotong keliang lahat. Diringi isak tangis orang-orang yang kita kasihi.

Tubuh kita diturunkan diliang lahat seukuran tubuh kita. Dimiringkan ke arah kiblat. Ditutup dengan papan. Tinggallah diri kita dalam kegelapan, sendirian dan kesepian. Tiada seorangpun yang mau menemani diri kita. Bahkan orang paling mencintai kita sekalipun pergi meninggalkan kita. Hanyalah amal kebaikan kita selama hidup didunia yang menemani kita. Amal kebaikan itulah yang menjadi bekal kita.

'Apabila nafas seseorang telah mendesak sampai dikerongkongan dan dikatakan kepadaNya. 'Siapakah yang dapat menyembuhkanmu?' dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia telah tiba dan tautan betis kiri dan betis kanan. kepada Tuhanmu-lah pada hari itu kamu dihalau.' (QS. al-Qiyamaah : 26-30).

Sudahkah kita siap bila detik ini ajal tiba?

Wassalam,

Yakjuj dan Makjuj

akjuj dan Makjuj ialah nama samaran bagi satu bangsa manusia yang berasal dari keturunan Nabi Nuh, iaitu anaknya yang bernama Yafis. Dari segi fizikalnya, mereka mempunyai hidung kemek, mata sepet seperti orang Asia dan makan apa saja binatang boleh dimakan. Zulkarnain telah membina tembok bagi mengepung mereka. Al-Kahfi [94] Mereka berkata: Wahai Zulkarnain, sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) dengan syarat engkau membina sebuah tembok di antara kami dengan mereka? Yakjuj dan Makjuj tidak dapat keluar dari tembok itu: Al-Kahfi [97] Maka mereka tidak dapat memanjat tembok itu dan mereka juga tidak dapat menebuknya. Tembok itu tidak dapat di tebuk sehinggalah tiba perintah Allah: Al-kahfi [98] (Setelah itu) berkatalah Zulkarnain: Ini ialah suatu rahmat dari Tuhanku; dalam pada itu, apabila sampai janji Tuhanku, Dia akan menjadikan tembok itu hancur lebur dan adalah janji Tuhanku itu benar. Daripada Nawas bin Sam’an r.a. (dalam hadis yang panjang) berkata, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda;- Kemudian Allah SWT wahyukan kepada Nabi Isa a.s., “Aku telah lepaskan makhlukKu (Yakjuj dan Makjuj) yang tidak terlawan oleh sesiapa pun. Oleh itu bawalah hamba-hamba Ku yang bersamamu itu berlindung di Bukit Thursina.” Lalu Allah SWT mengeluarkan Yakjuj dan Makjuj, dan mereka akan menggelongsor dari tiap-tiap tempat yang tinggi.” Nabi Isa a.s. dan rakan-rakannya terkepung di bukit itu , sehingga seekor kepala lembu menjadi lebih berharga dari seratus dinar bagi setiap orang di hari itu (sehingga kekurangan makanan). Maka berdoalah Isa a.s. dan rakan-rakannya (supaya Yakjuj Makjuj binasa). Lalu Allah mengirim ulat menyerang leher Yakjuj Makjuj, maka di waktu pagi mereka semuanya bergelimpangan mati sekaligus. Kemudian Nabi Isa a.s. dan rakan-rakannya turun dari bukit dan didapatinya tidak ada tempat terluang walaupun sejengkal, melainkan telah dipenuhi oleh bangkai busuk. Maka berdoalah Nabi Isa dan rakan-rakannya kepada Allah (supaya bangkai busuk itu hilang), lalu dikirim oleh Allah burung-burung sebesar unta, maka diangkutnya bangkai-bangkai itu dan dilemparkannya ke tempat yang dikehendaki Allah, Kemudian Allah menurunkan hujan lebat, yang tidak membiarkan sebuah rumah pun yang dibuat dari tanah liat dan bulu unta, lalu dibasuhnya bumi sehingga bersih seperti cermin (kaca). Sesudah itu kepada bumi diperintahkan; “Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkatanmu!” Maka di masa itu, sekumpulan orang kenyang kerana memakan buah delima dan mereka dapat berteduh di bawah kulitnya. Rezeki mereka beroleh berkat, sehingga seekor unta bunting cukup mengenyangkan sekumpulan orang. Dalam keadaan demikian, ketika itu Allah mengirimkan angin melalui ketiak mereka. Maka diambilnya nyawa setiap orang beriman dan setiap orang Islam. Maka tinggallah orang-orang jahat, bercampur-baur seperti himar (tidak tahu malu). Maka di kala itu terjadilah kiamat;- (Riwayat Muslim)

Sunday, November 21, 2010

Saat kita melambai dunia


Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh..

Sebak dada bila membaca....
Semoga kita insaf dan menjadi pelajaran. InsyaAllah.. .

Hari berganti hari.Keadaanku semakin tenat.Tubuhku terkaku seperti mayat di
atas katil di salah sebuah hospital yang aku sendiri tidak tahu mengapa aku
di tempatkan di sini.Sebelum tu, yang aku ingat aku sedang memandu kereta
ayah,lalu bertembung dengan lori balak.

Tapi selepas itu aku tidak ingat apa-apa.Pandanganku kabur.Tidak dapat ku
pastikan siapa orang-orang yang berada di sekelilingku. Aku terasa dada ku
teramat berat dan bahagian pinggangku sudah tidak berasa apa-apa
lagi.Derita sngguh.nafasku sesak.

Tiba-tiba tanganku di pegang kuat."Mengucap sayang,,mengucap.
.......Asyhadual lailahaillallah. ........" ucapan
itu dibisikkan ke telingaku di sertai dengan tangisan.Itu suara ibu.manusia
yang pernah mendodoikan daku semasa kecil,manusia yang pernah menyuapkan
nasi ke dalam mulutku,manusia yang pernah memberi susunya serta yang pernah
merotanku kerana degil.

"Bagaimana dengan keadaannya doktor?"Aku amati suara itu.Pasti itu suara
abang.Mungkin abang baru sampai. "Tenat",jawab doktor dengan ringkas. "Itu
kata doktor bang,jangan berserah kepada takdir sahaja.Kita perlu usaha".
Sudah seminggu aku terlantar di wad ini,kenapa baru sekarang abang
menjengah? datang lah ke sini,aku ingin berbicara denganmu. datanglah... ..
Tapi mataku...... .semakin gelap.Adakah aku sudah buta? Tidak!!!!Aku tidak
mahu buta.Aku masih ingin melihat dunia ini. "Sabarlah dik,banyak-banyak
ingatkan Allah."Abangkah yang bersuaraitu? Apa yang aku tanggung ini tidak
semudah yang kaulafazkan, abang.Tolonglah adikmu ini.Tolong bukakan mataku.

"Tekanan darahnya amat rendah". sayup sayap kedengaran
suara doktor.Kedengaran juga ibu menangis teresak-esak. Ibu,kau hanya mampu
menangis saja.dan bila tiba saatnya,kita akan berpisah.Tapi, ibu.....aku
tidak mahu berpisah denganmu.Tolonglah ibu,selamatkan lah daku.
"Yassin..... .".bacaan yassin terngiyang-ngiyang di telingaku.Aku tahu itu
suara abang.Tetapi kenapa aku di perdengarkan dengan suara itu???

Apakah aku sudah menghampiri maut???????Aku takut!!!!!!! Sedetik lagi
sakaratul maut datang.Sedetik lagi izrail datang. Sedetik lagi malaikat
maut datang.Aku di ambang sakaratul maut...... Aku semakin tegang dan
semakin sendat nafas di dada.Ketika itu,aku tidak ingat apa-apa lagi..Aku
tidak kenal sesiapa di sekelilingku. Tapi yang pastinya sekarang, aku
berdepan dengan sakaratul maut.

"Tolong ibu,tolonglah aku,
aku takut".Tapi rintihan ku tidak di pedulikan.Apa mereka
semua sudah pekak? Aku di lambung resah,gelisah dan penuh kesah.Keluhan dan
rintihan "Panas,dahaga, haus,panas. .......". tapi tiada siapa pun yang
peduli.Nenekku datang,"Nenek. ......... .". "Kau dahaga cu,kau lapar
cu,mahu air??Ini gelas penuh air madu,kalau cucu mahu masuk syurga,minum
air ini".

"Ibu.......".
Ibuku datang, Ibu menggoyangkan buah susunya.
" Ini ibumu.Air susu ini membesarkanmu, nak.Buangkan
islam, matilah dalam agama yahudi......" .
Ayah.......kau datang ayah......." .
"Matilah dalam agama yahudi anakku.matilah dalam agama nasrani Itulah agama
yang membantu kau masuk ke syurga". "Nenek....ibu. ....ayah. .....suara kau
kah tadi??Kenapa kau berubahlaku? ?Atau suara syaitan yang ingin
memurtadkan aku?? "Mengucap sayang,mengucap. Asyhaduallailaha illallah.
.....".Ucapan
itu diajukan sekali lagi ke telingaku.Itu suara ibu.Tapi lidahku sudah
menjadi kelu.

Manusia-manusia berjubah hitam datang."Mari ikut kami". manusia-manusia
berjubah hijau datang membawa bersamanya payung hijau,katanya" Mari ikut
kami".cahaya putih datang.datang hitam. Datang sinaran kuning.Cahaya merah
datang ."Apa ini,apa ini?.Akulah sakaratul maut.......! !!!!!". Kedinginan
menjalar,merayap perlahan-lahan dari hujung kaki ke hujung rambut dan kini
seluruh jasadku di selimuti sejuk.dan kemudian datanglah malaikat maut di
hujung kepalaku. "Hai jiwa yang keji,keluarlah dari kemurkaan Allah.......
".Aku tersentak.Roh ku berselerak di dalam tubuhku.Lalu, innalillahi
wainnailaihi rajiuun.... Malaikat-malaikat yang menunggu sesayup mata
memandang dan menghemburlah bangkai yang sebusuk-busuknya.

Tiba-tiba bau busuk menusuk ke hidungku,seperti bau sampah
yang amat busuk. "Apa yang busuk ni?Tak adakah orang yang mengangkat sampah
ni?Ah,busuknya, hanyirnya, hancingnya. .....".

"Assalamualaikum. .....".
"Siapa yang memberi salam itu?".
"Aku".
"Kau siapa wahai pemuda???".
Seorang lelaki tercegat di hadapan katilku.Aku tidak
pernah melihat orang yang sehodoh,sekotor, dan sebusuknya di dunia
ini.rambutnya yang tidak terurus,baju yang di pakai berlumut hijau,kuning,
coklat dan entah apa-apa warna lagi,dari lubang hidung,telinganya dan
mulutnya terdapat nanah dan darah pekat keluar.Tanpa di pedulikannya.
.....jijik, loya,aku rasa........ teramat loya melihatnya.

"Kau tak kenal aku?".
"Tidak,jawabku tegas.Mana mungkin aku kenal kau sehodoh
dan sejijik ini".
"Aku sahabatmu,kau yang membuat aku hari-hari".
"Bohong!".Aku menjerit sekuat hati.Biar semua penghuni wad
ini mendengarnya.
"Aku tak kenal engkau!Lebih baik kau pergi dari sini".
"Akulah amalanmu yang keji........ ..".

Aku terdiam.Aku tidak mampu berkata apa-apa teringat kini,semuanya telah
pernah ku dengar dan ku pelajari dulu.Segala dosa dan keburukan yang kita
lakukan di dunia,akan di jelmakan dalam sebagai suatu makhluk yang teramat
hodoh di hadapan kita di alam barzakh nanti. Oh!Tuhan,aku banyak dosa.Aku
memang lalai,cuai dan lupa dengan segala nikmat yang telah kau
kurniakan.Solatku kerana kawan,dan bukannya ikhlas kerana Allah.Pergaulanku
bebas,tak kenal muhrim ataupun tidak.tapi itu semua telah berlalu dan dan
sudah terlambat untuk bertaubat.Apa yang aku harus lakukan!!!!! Surah
yassin yang abang pegang di letakkan di atas dahiku.Aku melihat kaklong dan
kak ngah menangis.Aku juga lihat mata abah bengkak. Tiba-tiba badanku di
sirami air.Air apa ini?????

"Tolong....sejuk! !!!Kenapa air ini berbau air kapur barus.Tolong jangan
tekan perutku dengan kuat,sakit!! !!Kenapa ramai orang melihat aku???Aku
malu.....malu. ....malu. .....!!!! !!".
Aku di usung ke suatu ruang.Aku lihat kain putih dibentangkan. Lalu
diletakkannya aku di atas kain putih itu.kapas di bubuh di celah-celah
badanku.Lalu aku di bungkus satu demi satu dengan kain itu. "Nanti,tunggu!
!jangan bungkus aku.Kenapa kalian semua buat aku macam ini?Tolong
rimas....panas. .......". Kemudian aku di letakkan di suatu sudut.Beberapa
orang termasuk tok imam menyembahyangkanku. Kelihatan ayah dan abang berada
di saf yang pertama.Tapi kenapa aku di sembahyangkan?

Bukan kah aku boleh sembahyang sendiri?
Aku teringat kata-kata ustazku dahulu.
"Sembahyanglah kamu sebelum kamu disembahyangkan" .Dan kini
baru aku sedar aku sudah tidak mampu lagi untuk mengangkat takbir,ruku'
,sujud dan tahiyyat. Aku di angkat perlahan-lahan kemudian di letakkan di
dalam kotak kayu.

Kotak apa ini?"Aku di usung oleh enam orang termasuk ayah
dan abang.Aku diusung setapak demi setapak". "Al-Fatihah! "Keengaran suara
tok imam.Kelihatan ibu,kak long,kak ngah dan lain-lain mengekori di
belakang.tapi kemana dia bawanya aku?".. Nun jauh di sana,kelihatan tanah
perkuburan kampungku. "Ke situkah aku dibawanya?Tolong turunkan aku,aku
takut!!!!!!" . Setibanya di tanah perkuburan,kelihata n satu liang yang
besaiz dengan jasadku.Beberapa tangan memegangku,dan aku di turunkan ke
dalam liang itu. "Perlahan-lahan" ,aku terdengar suara tok imam
memberitahu. "Tolong keluarkan aku dari sini!Aku seram!!!".Kini aku berada
di dalam liang kedalam enam kaki.Sedikit demi sedikit pasir dan tanah
menutupiku.

"Tanah apa ini?".
"Aduh sakitnya badanku di timbusi tanah".
"Innalillahiwa innailaihi rajiuuun.... ...Dari Allah kita datang,dan kepada
Allah jualah kita kembali". Kedengaran bacaan talkin dari tok
imam."Sesungguhnya mati itu benar alam barzakh itu benar,siratul mustaqim
itu benar,syurga dan neraka itu jua benar....... .".Sayup sayap aku
terdengar tok imam terus membaca talkin,tetapi makin lama makin
hilang.Pandanganku makin ,makin kabur dan terus tidak kelihatan.Tubuhku
terasa telah di timbusi sedikit demi sedikit pasir dan tanah yang di
lemparkan ke atasku.Terasa semakin gelap dan ......aku kini keseorangan.

"Nanti!Nanti! Tolong!Tolong ayah,ibu!Jangan tinggalkan aku seorang.Aku
takut!!!Gelap! !!Panas!! !Tolong !!!! THIS IS A GOOD STORY BUT THE AUTHOR
LEFT OUT ONE MOST IMPORTANT THING IN DEATH..... "SAKITNYA SAKRATUL MAUT ITU
ADALAH UMPAMA SERIBU PEDANG YANG AMAT TAJAM MENGHIRIS DAGING DAN TULANG
SERENTAK...DAN SAKITNYA HINGGA KE AKHIRAT."

Menghadapi Kelemahan Iman

Haruslah kita sedar dan faham bahawasanya manusia seperti kita ini mengalami
iman yang tidak tetap. Adakalanya iman kita meninggi hinggakan kita
memperolehi kedamaian jiwa, amalan kita dirasakan manis, dada kita lapang..
alangkah bahagianya di kala itu. Di saat yang lain pula dada kita terasa
sempit, malas untuk melakukan amal ketaatan, fikiran menjadi kusut, tiada
ketenteraman, jiwa gelisah serta kecenderungan untuk melakukan maksiat
bertambah.

Di saat itu berhati-hatilah. Penuhilah masamu dengan tafakkur dan melakukan
amalan taqwa. Fikirkanlah apa yang menyebabkan anda menjadi demikian. Adakah
anda telah meninggalkan perintah Allah? Adakah anda melakukan maksiat? Atau
adakah anda tidak redha dengan ketentuan Allah kepadamu?

Di saat sebegini bawalah hatimu mengunjungi salah satu dari tiga tempat:

1. Ke tempat orang membaca Al-Quran, anda membacanya, atau anda dengar
baik-baik orang membacanya;
2. Atau anda pergi ke majlis pengajaran yang mengingatkan hati kepada Allah;
3. Ataupun anda mencari tempat yang sunyi, di sana anda berkhalwat menyembah
Allah, umpamanya di tengah malam buta, di saat orang tidur nyenyak, anda
bangun mengerjakan sembahyang malam, meminta dan memohon kepada Allah agar
diberikanmu kedamaian jiwa.

Di samping itu hendaklah anda mencari tempat dan suasana yang boleh
menyuburkan iman kerana kesan-kesan luar yang berunsurkan Islam amat penting
bagi melahirkan keperibadian muslim. Jangan sekali-kali mencari suasana yang
boleh merangsang perasaan yang ingin melakukan maksiat. Pergaulilah
orang-orang yang saleh yang menyeru kepada Islam kerana kasihkan mereka juga
adalah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Jangan biarkan saat kelemahan imanmu itu berlarutan kerana dibimbangi anda
akan semakin jauh daripada Allah, semakin jauh daripada keredhaanNya dan
semakin jauh dari kecintaanNya. Ingat dan fikirkanlah mati yang bakal
menjemputmu bila-bila masa sahaja. Syukurilah setiap nikmat yang diberikan
Allah kepadamu, perbanyakkan istighfarmu dan paksalah dirimu agar terus
melakukan amal taat kepadaNya. Awasilah lidahmu kerana di saat sebegini
syaitan akan mempergunakan lidahmu untuk memperkatakan sesuatu yang sia-sia
lagi berdosa. Sibukkanlah diri untuk membaca Al-Quran atau zikrullah yang
lain.

Saturday, November 20, 2010

Dosa yang lebih besar dari berzina

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-hayang. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa ia berada dalam dukacita yang mencekam.



Tudung kepalanya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang telah meroyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu perlahan-lahan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus menunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" Tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya." Jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" Desak Nabi Musa.



Maka perempuan itupun secara ketakutan bercerita, "Saya... telah berzina". Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun...lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya... cekik lehernya sampai... mati," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Mata Nabi Musa pun berapi-api. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan celaka, pergi kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan muka kerana jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia menangis terangguk-angguk dan keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus ke mana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tak tahu ke manakah kakinya untuk melangkah. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.



Sepeninggalannya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita penzina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang hina itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa yang kian keliru. "Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada seribu kali berzina".



Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusyuk untuk memohonkan keampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahawa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Bererti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedangkan orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahawa Allah itu ada, di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya.



Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibandingkan dengan orang yang membakar 70 buah Al-Quran, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Kaabah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahawa orang yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah lapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.



Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita penzina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pengajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqomah (berterusan).